jump to navigation

Ekspos

Keliping liputan dan sejarah Berdirinya SLB YPBB Karimun (liputan Harian Pagi Batam Pos, koleksi YPBB Karimun)

Gali lobang tutup Lobang, demikian perjuangan mendirikan SLB YPBB Karimun dengan biaya operasional yang pas-pasan guna memperjuangkan bebas biaya sekolah (Gratis) di YPBB (kliping koleksi YPBB Karimun)

Jalan panjang yang berliku dan berduri menjadi sarapan kami tiap hari guna mewujudkan SLB swasta gratis di Karimun. Liputan Tribun Batam (koleksi kliping YPBB Karimun)

Pahami Isyarat Tanda Peduli Sesama

Kotak Peduli

KARIMUN – Sebagian saudara kita yang kurang beruntung karena tidak bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan normal disebabkan kekurangannya (tunarungu) perlu mendapat perhatian.

Caranya, kita harus bisa memahami bahasa isyarat, sedikitnya bahasa isyarat yang paling mendasar.

Upaya untuk terus mencoba memahami bahasa isyarat dikatakan Sudoyo dan Prihono, Staf Pengajar PK PLK SLB (Pendidikan Khusus Pendidikan Layanan Khusus dan Sekolah Luar Biasa) Kartini Batam perlu terus dikampanyekan. Tak sebatas pada guru pengajar yang ada di SLB, tapi juga seluruh elemen masyarakat umum, terutama pada mereka yang bergerak pada bidang pelayanan masyarakat.

“Mereka perlu berinteraksi. Bahasa isyarat salah satu medianya. Kita perlu memahami bahasa isyarat ini walau sedikit agar mereka tetap merasa dipedulikan, ujar keduanya di sela acara pelatihan SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) yang digelar PK PLK Yayasan Pendidikan Budhi Bhakti (YPBB) Karimun.

Karena lemahnya sumber daya manusia (SDM) yang mampu berbahasa isyarat, mengakibatkan pelayanan masyarakat, khususnya bagi yang kekurangan seperti tuna rungu terabaikan. Seperti pernah ada seorang tuna rungu mengurus paspor dan terkait kasus di kepolisian, terpaksa guru-guru seperti kita yang dipanggil. Ini kan menyedihkan, terang Sudoyo.

Cara mempelajari bahasa isyarat banyak macamnya. Seperti berbicara dengan tulisan, membaca bibir, memanfaatkan sisa pendengaran, gerak tubuh dan mimik muka dapat dilakukan. Awalnya memang terlihat sulit, namun jika terus dipraktekkan dalam keseharian, bahasa ini mudah dipraktekkan. Sayangnya kita tidak mau mencoba, ujarnya.(msa)

SLB YPBB Rayakan Ulang Tahun Ke 7

Rabu, 22 April 2009
KARIMUN- Di usianya yang ke 7, Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pendidikan Budi Bhakti merayakan ulang tahun dengan menggelar acara syukuran sekaligus menampilkan kesenian di halaman sekolah yang beralamat di Plipit, Sabtu (18/4) lalu.

Dalam acara tersebut juga dihadiri seluruh unsur sekolah seperti guru, murid dan orang tua wali murid.

Ketua YPBB, Budi Prayitno kepada Sijori Mandiri mengatakan, dimana SLB didirikan pada 18 April 2002, dan menginjak usianya yang ke 7, ini baru pertama kalinya perayaan ulang tahun diselenggarakan.

“Dengan perayaan yang baru kali ini dilaksanakan, para siswa, guru dan wali murid terlihat antusias. Mereka turut berpartisipasi dalam memriahkan acara ini, sesuai denga kemampuan yang mereka miliki. Dengan keterbatasan baik fisik maupun mental, mereka tetap menampillkan hasil karya seni mereka,” papar Budi.

Menurutnya, dulu SLB menangani anak-anak yang keterbelakangan mental atau yang memiliki kekurangan baik fisik maupun mental. Namun saat ini kata Budi, dengan adanya ketetapan dari pemerintah bahwa SLB juga menangani anak-anak yang putus sekolah serta yang tidak mampu.

“Dengan demikian SLB YPBI saat ini memiliki dua program, yaitu Pendidikan Khusus (PK) dan Pendidikan Layanan Khusus (PLK). Untuk PK khusus menangani siswa yang mengalami keterbelakangan, sedangkan untuk PLK khsusus menangani siswa yang tidak mampu, anak jalanan bahkan korban narkoba,” ujrnya lagi.

Dalam perayaan tersebut turut menampilkan kreatifitas dari siswa SLB, ada penampilan fesen show, tari adat melayu, tari Piring, pembacaan puisi, persembahan menyanyi, dimana turut didatangkan orgen tunggal sebagai pengiring hiburan, serta pementasan bagi anak yang didelegasikan untuk mengikuti lomba atau festival band untuk tingkat nasional.

Turut serta hadir dalam perayaan ulangtahun SLB SPBB ke 7 tersbeut beberapa orang dari perwakilan Ikatan Wanita Pengsaha Indonesia (IWAPI), yang turut memberikan kue ulang tahun serta sejumlah bantuan kepada siswa yang berprestasi.(sm/27)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: