jump to navigation

Terlalu !!! Anak Tuna Netra Disiksa Orangtua Angkat 23/11/2012

Posted by slbypbbkarimun in Wide Shot.
trackback

Entah apa yang ada dibenak orang tua angkat Vivi (14) siswa SLBN Balik papan. Akibat masalah sepele, Marliana (40) yang tidak lain orangtua angkat vivi langsung memukul Vivi hingga babak belur. Orangtua yang seharusnya memberikan kasih sayang lebih karena memiliki anak yang tidak normal malah memberikan perlakuan yang tidak terpuji.

Menurut penuturan guru sekolahnya, Vivi sering mengeluh lantaran diperlakukan tidak manusiawi oleh orangtua angkatnya. Vivi sering mengalami siksaan fisik dari orangtua yang merawatnya sejak bayi. Penyiksaan terhadap dirinya berlangsung sejak kelas 3 SD hingga sekarang. Ditemui di sekolahnya Senin (22/11) kemarin, Vivi menceritakan kejadian dialaminya.

Bersama guru wali kelasnya serta kedua orangtua angkatnya yakni Marliana (40) dan Satya (43) warga Jalan Strat I Balikpapan Utara. Dari pengakuan Vivi, jari tangannya pernah dijepitkan ke pintu oleh Marliana, selain itu, tangannya pernah pula disundut bara rokok. Penyebabnya sepele, karena Vivi tak dapat menyelesaikan pekerjaan di rumahnya.

Kadang kalau tidak bisa menjaga adiknya, dia terkena marah kemudian dipukul. “Dari curahan hati Vivi, dia sering dimarahi kemudian dipukul oleh ibu angkatnya,” terang Eni wali kelas sekaligus pengajar di SLB Balikpapan. Ibu kandung Vivi adalah kakak kandung Satya, ayah angkat Vivi.

Luka lebam ditangannya membekas dan lebam, sedangkan bekas sundutan rokok juga masih terlihat di jari tangan Vivi. Tidak hanya curhat dengan gurunya, dia juga kerap bercerita dengan sejumlah wali murid teman-temannya di sekolah. “Bapak bilang tidak sengaja mengenai rokok ke tangan saya,” ujar Vivi tersedu-sedu menangis.

Meski menderita tuna netra, kondisi kesehariannya Vivi normal seperti anak-anak seusianya. Dia kerap menangis saat menceritakan siksaan dialaminya. “Kalau dia curhat di sekolah, dia menagis karena habis dipukul oleh ibunya hingga tangannya bengkak. Dia takut pulang ke rumah,” kata Siti orangtua murid, teman Vivi.

Tak hanya mengalami penederitaan fisik, Vivi juga pernah disuruh mengamen. “Dari ceritanya dia pernah disuruh mengamen juga, dari jam 6 sore sampai malam. Mengamennya di perempatan lampu merah tapi dia tidak memberikan dimana lokasinya,” imbuh Siti.

Penyebab dipukulnya jika salah sedikit dalam melakukan tugasnya di rumah. Dengan alat pemukul rotan, Vivi dipukul. “Mukulnya pakai rotan. Yang dipukul kaki dan tangan, juga kadang ditendang. Terus kalau malam disuruh mengamen,” ungkap Vivi dengan berlinang airmata sambil memeluk gurunya.

Pihak sekolah sendiri sudah memanggil orangtua angkat Vivi, namun mereka mengelak semua tuduhan yang dibeberkan oleh Vivia. Bahkan sebaliknya, Vivi kerap disayang seperti anak kandungnya sendiri.

Kasus kekerasan pada anak dibawah umur ini hingga kini masih belum dilaporkan ke kepolisian. Pihak Koalisi Perempuan Balikpapan (KPB) mendampingi korban dalam proses pemulihan serta nantinya apabila kasus tersebut ditangani kepolisian.

“Kami sudah terima laporan dan saat ini korban masih trauma dan belum dapat dimintai keterangan secara jelas. Untuk sementara sambil menunggu proses pemulihan, korban akan dirawat oleh gurunya,” kata Bidang Hukum KPB Tutup Sardi SH.

Bersama Tutup dan gurunya, Vivi dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan terhadap luka yang diduga dilakukan oleh kedau orangtua angkatnya itu. Sebab, dampak psikologis korban sangat berpengaruh karena mengalami penganiyaaan.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: