jump to navigation

Budi Prayitno : Ibarat Kehidupan Semua Berpasangan 16/09/2011

Posted by slbypbbkarimun in Inspiration Searching.
trackback
“Tetap Tegar Meski Rintangan Datangnya Silih Berganti”
KARIMUN  – Rajutan karya yang sudah berjalan selama Sepuluh tahun membina anak-anak berkebutuhan khusus dengan gratis tanpa pungutan biaya, tentunya bukan hal yang mudah untuk direalisasikan. Banyak rintangan yang menerpa, tetapi banyak pula dorongan dan dukungan yang mengalir untuk menyukseskan pendidikan dasar 9 tahun tersebut di SLB YPBB . Ibarat manusia, saat ini SLB – YPBB Karimun memasuki fase remaja. Fase yang menuntut untuk bisa mereview kembali hal-hal yang sudah dilakukan dan me-manage hal-hal yang sedang dan akan dilakukannya.

satu pertanyaan mungkin akan muncul untuk me-review kembali, apa yang telah dilakukan oleh Yayasan mulai dari detik ini sampai saat berdirinya. Jawabannya, bukan hanya tentang sumbangsih apa saja yang telah dilaksanakannya, tetapi apakah sumbangsih tersebut sudah optimal dan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkannya? Itu yang harus dikaji dan direnungi.

Cerita dan fakta telah menunjukkan bahwa jerih-payah dan perjuangan Yayasan Budi Bhakti memang tidak sia-sia. Mereka yang membutuhkan uluran tangan, mereka yang membutuhkan kehangatan sudah berada dalam dekapan hangat Yayasan ini. Dengan dharma bhakti-nya, YPBB Karimun membuktikan bahwa menjadi perintis SLB Swasta gratis bukan merupakan hal yang sulit, tetapi bukan
juga sesuatu yang gampang. Memang, tidak sulit untuk mengais mereka yang kekurangan, tapi tidak gampang untuk merangkul mereka yang serba kecukupan.

Gambaran tersebut diatas adalah sebuah pandangan wartawan portal ini saat mengunjungi SLB YPBB Karimun di Pelipit Sungai Lakam Karimun. Pada tahun ajaran baru 2011-2012 SLB YPBB Karimun kembali kedatangan siswa baru sebanyak 8 orang berkebutuhan khusus dan layanan khusus dari golongan tidak mampu dari desa pasir panjang yakni sebuah kampung nun jauh di ujung pulau Karimun. Budi Prayitno, saat menjamu koran ini mengaku optimis untuk tetap terus mengukir karyanya berbuat yang terbaik demi generasi penerus Bangsa ini kedapan meski rintangan datang silih berganti.

Kata Budi, ibarat kehidupan, semuanya berpasang-pasangan. Ada siang ada malam. Ada hujan ada kemarau. Ada rintangan, pasti ada jalan. Untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus dengan cuma-cuma, pasti masih banyak alternatif jalan yang bisa dilalui dengan iringan kesabaran, ujarnya optimis. Siswa baru tersebut kata Budi diantar jemput oleh kenderaan roda empat bantuan dari dana community development (CD). TA 2011 siswa SLB YPBB Karimun berjumlah 274 diantaranya PK sebanyak 64 siswa dan PLK 210 orang.

Lantas apa sih resepnya Yayasan ini dapat tetap berdiri hingga sekarang sementara biaya pendidikan di gratiskan ? Alasannya menurut Budi simpel saja karena hanya didasari dan dilandasi oleh benih kasih sayang. Rasa itu tidak akan lenyap sampai kapan pun jua. Jika rasa itu lenyap, kekokohan Yayasan pasti akan menuju puing-puing keruntuhan. Kondisi ini tentunya tidak diharapkan oleh seluruh umat. SLB YPBB Karimun akan tetap berserah diri karena semuanya pasti kembali pada kekuasaan-Nya, tandasnya. Jun

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: