jump to navigation

Budi Prayitno : Sabar & Pantang Menyerah Adalah Kunci Keberhasilan 13/07/2010

Posted by slbypbbkarimun in Inspiration Searching.
trackback

pendiri-slb-ypbb-karimun1

KARIMUN PM – Keberhasilan itu dari kesabaran yang berbuah kepuasan bathin. Meski tak menghasilkan limpahan harta, pendidik anak-anak terbelakang sudah menjadi pekerjaan yang sangat mulia. Sebagai orang tua wajar bila ada perasaan sedih atau kurang beruntung, bahkan terkadang merasa bersalah disaat menyadari anaknya ternyata berbeda dengan anak-anak normal pada umumnya. Namun jangan pernah menyerah terhadap perbedaan atau keterbatasan yang di miliki para penyandang cacat. Budi Prayitno paham betul dengan semangat di balik kata-kata tersebut. Sebab itu pria berusia 46 Tahun ini terus berupaya memotivasi setiap orang tua agar memberikan pendidikan dan pelatihan terbaik kepada anak penyandang cacat agar kelak mampu menjalani hidup mandiri.

Diyakininya, akan selalu ada potensi yang bisa digali dibalik keterbatasan fisik dan kelemahan mental seseorang. Keyakinan itu sekarang terbukti. Sejumlah prestasi berhasil diraih oleh beberpa anak didiknya. Dari penampilannya, Budi Prayitno cukup sederhana. Tak terlihat unsur kemewahan ketika koran ini mengunjungi Sekolahnya di SLB YPBB Karimun yang menjadi salah satu central pendidikan luar biasa (PLB)bagi segenap para penyandang cacat, anak putus sekolah. Di sekolah gratis itu juga menjadi kantor Yayasan Pendidikan Budi Bhakti (YPBB) Kabupaten Karimun, sebuah yayasan yang menanungi SLB pionir di Bumi Berazam itu.

Meski begitu, pria ini merasa ada kepuasan bathin ketika melihat anak didiknya berhasil. Meskipun hasil usahany itu tidak membawanya hidup bergelimang materi dan kemewahan, kepuasan bathin tadilah yang membuatnya terus maju memberi motivasi. Hidup dilingkungan keluarga Militer, tak membuatnya memilih menjadi tentara seperti Ayahnya. Perkenalan Budi dengan dunia anak cacat saat melihat paman menjadi pengawas di SLB. Hingga akhirnya ia berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan Luar Biasa Tahun 1990 dan sempat beberapa tahun menjadi guru SLB. Berlatar belakang anak kolong telah menempa diri dan mental untuk berani mandiri meskipun harus jauh dari keluarga. Dasr itu pula yang membawanya berani merantau ke Karimun. Mendapati banyaknya anak cacat di Karimun yang tidak banyak mengenyam pendidikan layak, telah mengetuk hatinya untuk berbuat lebih jauh. Ia merasa meningkatkan kemampuan para penyandang cacat agar mampu berbuat lebih, adalah sebuah yang tak bisa dinilai dengan materi.

“Saya bangga bisa mendidik mereka” ujar Budi. Pelajaran berharga yang di dapatkannya adalah emndidik dengan sabar. “Ada kalanya saya ingin marah karena anak-anak tidak dapat cepat mengerti pelajaran yang disampaikan. Padahal sudah diulang berkali-kali. Disitu kesabaran kita diuji” paparnya. Mendirikan sebuah Yayasan Pendidikan SLB, apalagi seorang diri, atak semua orang mampu melakukannya. Karena yayasan yang didirikan bukan pendidikan umum tetapi khusus bagi panyandang cacat atau berkebutuhan khusus. Namun berkat kegigihan dan kesabaran, Budi mampu melewati berbagai hambatan sehingga sekolah yang didirikannya tetap eksis. Diawal mendirikan yayasan ini diikuti pendirian sekolah yang dulu bernama SLB Karimun Tahun 2001, hambatan yang menghadang cukup banyak. Dari keterbatasan biaya operasional sampai tenaga pengajar, selalu menjadi permasalahan utama. Paling pelik adalah merekrut guru yang mau mengajar di sekolahnya. Untuk menutupi biaya operasional, diupayakan dengan kerja serabutan dan mencari Donatur.

“Waktu itu, SDM guru SLB sangat minim. Saya cari di Karimun malah tak ada. Mnendatangkan dari jawa pun sangat sulit. Sebagai Yayasan baru, kami dinilai belum bisa memberikan jaminan kesejahteraan bagi guru-guru. Akhirnya saya sendiri yang turun tangan. Muridnya baru empat orang” kata Budi. Seiring waktu berjalan ditengah keterbatasan dana operasional dan guru, Budi berusaha mati-matian agar lembaga pendidikan yang didirikannya mendapat pengakuan resmi dari Pemerintah. Pengakuan itu dianggap sebagai “senjata” untuk mendobrak tembok-tembok penghadang.

Namun, berkat keseriusannya, Tahun 2002 lalu, Pemerintah Daerah Karimun memberikan apresiasi positif dengan mengeluarkan rekomendasi operasional SLB. Dua Tahun berjalan, barulah dapat pengakuan penuh dengan terbitnya izin operasional dari Dinas Pendidikan Propinsi Kepri. Apresiasi potif ternyata tidak hanya di peroleh dari pemerintah. Tetapi juga masayarakat. Berkat SLB yang didirikannya, telah banyak menyadarkan para orang tua yang memiliki anak penyandang cacat, untuk menyekolahkan anaknya. Dari yang tadinya hanya empat orang murid, kini telah hampir delapan tahun berjalan, Muridnya mencapai ratusan orang dari tingkat pendidikan SD samapai SLTA dengan jumlah guru sebanyak 18 orang, Untuk meningkatkan kualitas para pendidik Budi menyekolahkan Guru-gurunya di Bandung. Terdaftar di Dirjen Pendidikan Luar Biasa menjadikan sekolah itu banyak memperoleh bantuan alat peraga dari pemerintah pusat sampai Daerah. Prestasi yang diraih pun cukup gemilang. Dari beberapa event lomba tingkat Daerah maupun Nasional yang pernah di ikuti mengantarkan beberapa muridnya meraih juara.

Perjalanan SLB YPBB Karimun mendidik anak negeri terus bergulir bukan sebatas Pendidikan khusus (PK) bagi para penyandang cacat tetapi sudah merambah Pendidikan Layanan Khusus (PLK) bagi anak jalanan dan putus sekolah yang menjadi program baru Dirjen PLB saja. Namun SLB YPBB Karimun lantas berganti menjadi SLB PK-PLK Karimun Tahun 2005. Sekali lagi sekolah ini kembali menjadi pelopor PLK, bukan hanya di Karimun akan tetapi juga di Propinsi Kepri.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: