jump to navigation

Pemerintah Abaikan Arti Penting Makam Mbah Priok 16/04/2010

Posted by slbypbbkarimun in Uncategorized.
Tags:
trackback
Tehnik mengubah kepala halaman website di wordpress

Tehnik mengubah kepala halaman website di wordpress

Kerusuhan massal yang terjadi di Tanjung Priok seolah penegas terhadap abainya pemerintah terhadap aspek kultur lokal. Salah satu warga Tanjung Priok, Firdaus, mengatakan para peziarah yang datang ke makam Mbah Priok memiliki tujuan yang berbeda-beda, namun kebanyakan mengenang niat syiar Islam Mbah Priok.

“Karena itu sangat wajar jika warga mencoba mempertahankan makam itu dari penggusuran yang dilakukan Satpol PP,” kata Firdaus.

Mbah Priok disebutkan lahir pada tahun 1727 di Palembang, Sumatera Selatan. Dia wafat akibat kapalnya diserang Belanda di laut ketika akan melakukan syiar Islam ke Pulau Jawa. Jenazahnya terdampar pada tahun 1756 di sebuah semenanjung yang belum memiliki nama. Ketika ditemukan warga, di samping jenazahnya ada sebuah periuk (priok) nasi. Masyarakat setempat pun menamai jenazah itu Mbah Priok dan kawasan tersebut disebut Tanjung Priok.

Dari mulut ke mulut tersebarlah cerita tentang Mbah Priok, seorang wali yang berniat melakukan syiar Islam ke Pulau Jawa. Setelah tiga abad lamanya, makam itu semakin ramai dikunjungi orang. Muhammad Said, salah satu warga Tanjung Priok mengatakan setiap haul (peringatan hari kematian) Mbah Priok, makam tersebut biasa dikunjungi hingga 10.000 peziarah, sedangkan setiap malam Jumat peziarah mencapai 2000 orang.

Salah satu pengurus makam, Habibina mengatakan, makam ini pernah didatangi oleh para ilmuwan asing. Para ilmuwan tersebut melihat sinar yang memancar dari makam melalui satelit di luar angkasa. Pada 14 Maret 2000 lalu beberapa orang asing yang mengaku utusan dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Rusia, dan Australia, mendatangi ahli waris.

Habibina menuturkan, para ilmuwan tersebut mengira sinar itu berasal dari sejata laser. Namun, ahli waris telah menjelaskan bahwa tidak ada senjata laser melainkan makam seorang wali, penyiar Islam. Sama seperti Firdaus, dia pun yakin warga khawatir kehilangan makam tokoh yang mereka hormati, karena itu mereka melawan hingga terjadi kerusuhan berdarah.

Bentrokan sendiri dipicu upaya Pemkot Jakarta Utara mengosongkan areal seluas 5,4 hektare yang di dalamnya termasuk makam Mbah Priok. Upaya ini mendapat perlawanan dari santri masjid dibantu massa dari ormas Forum Betawi Rempug (FBR) dan Front Pembela Islam (FPI).

Pada 22 Februari, pengelola masjid menerima surat perintah untuk mengosongkan lahan yang katanya milik PT Pelindo II. Surat tersebut ditandatangani Walikota Jakarta Utara Bambang Sugitono atas instruksi Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.

Kini, sebagian besar korban dirawat di RSUD Koja. Untuk menghindari bentrokan di rumah sakit, korban dari aparat keamanan akhirnya dilarikan ke Tanjung Priok Port Health. Lima korban luka parah juga langsung dirujuk ke RSCM.

Kemarin, Kamis (14/4), warga sempat melakukan pengejaran aparat hingga ke depan RSUD Koja, sekitar satu kilometer dari areal makam. Sejumlah aparat Satpol PP dan polisi yang terjebak di kawasan pelabuhan dikabarkan menjadi bulan-bulanan warga. Warga juga sempat mengejar aparat hingga ke pintu gerbang rumah sakit, namun dihalangi paramedis karena seluruh selasar RSUD Koja digunakan untuk merawat korban bentrokan.habis

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: